1. To be a secret admirer is not easy: you can see that’s so painful but you can’t do anything else. You just wait, feel the pain again, until the words ‘Enough, it’s enough!’ come.
  2. I miss you. And it’s not typo.
  3. You deserve more. I deserve more. So can’t we deserve each other?
    I think it’ll be easy that way.
  4. Teruntuk calon suamiku tercinta,

Ajak aku berlari kencang mengejar pahala dunia. Bawa aku mencari celah kebahagiaan dalam kehidupan yang fana. Perlakukan aku selayaknya kesucian yang harus selalu kau jaga.

Beri aku kasih sayang dan cinta, selama kau masih bisa bernafas dengan bebas. Tegur aku bila sikap dan perkataan sudah tuntas melampaui batas. Nafkahi aku sebagaimana peranmu menjadi kepala keluarga, jadilah seorang ayah yang membanting tulangnya dengan halal serta ikhlas.

Bimbing aku menunju rumahNya. Karena kelak, tujuanku hidup di dunia adalah menjadi pendamping solehamu di Surga. Kekal, abadi, dan selamanya.

Dari calon istri yang mencintaimu segenap hati dan jiwanya.

    Teruntuk calon suamiku tercinta,

    Ajak aku berlari kencang mengejar pahala dunia. Bawa aku mencari celah kebahagiaan dalam kehidupan yang fana. Perlakukan aku selayaknya kesucian yang harus selalu kau jaga.

    Beri aku kasih sayang dan cinta, selama kau masih bisa bernafas dengan bebas. Tegur aku bila sikap dan perkataan sudah tuntas melampaui batas. Nafkahi aku sebagaimana peranmu menjadi kepala keluarga, jadilah seorang ayah yang membanting tulangnya dengan halal serta ikhlas.

    Bimbing aku menunju rumahNya. Karena kelak, tujuanku hidup di dunia adalah menjadi pendamping solehamu di Surga. Kekal, abadi, dan selamanya.

    Dari calon istri yang mencintaimu segenap hati dan jiwanya.

  5. Namaku Andre. Akhir-akhir ini aku sangat bingung dengan sikap Mia, pacarku. Tidak biasanya dia meminta untuk diberikan THR.

    Aku dan Mia sudah berpacaran kurang lebih 6 tahun. 2 tahun belakangan ini kami menjalani Long Distance Relationship. Jakarta - Kalimantan. Banyak yang berubah dari Mia 2 tahun belakangan ini. Mungkin karena pengaruh pergaulan yang pesat di Jakarta. Pernah suatu ketika aku menanyakan singkatan aneh yang belum pernah ku dengar sebelumnya lewat percakapan telepon.

    "Kamu jadi ke Jakarta kan Lebaran tahun ini?"
    “Iya sayang.”
    “Jangan PHP ya, Mas!”
    “Apa? PHP?”
    “Iya jangan jadi PHP!”
    “PHP itu apa Mi?”
    “PHP itu Pemberi Harapan Palsu. Makanya gaul dikit dong, jangan kerja terus!”
    Kalau sudah begini aku harus siap-siap kata untuk merayunya.

    Handphoneku berdering. Telepon dari Mia.

    "Halo, sayang."
    “Halo Mas, gimana THR nya? Jadi kan? Aku sudah nungguin kok nggak dateng-dateng. Katamu minggu ini.”
    “Loh? Aku sudah ngirim ke nomor rekening kamu kok, Mi?”
    “Kok ngirim sih, Mas?! THR loh THR!”
    “Iya, THR. Tunjangan Hari Raya kan? Sudah aku kirim ke kamu walaupun nggak seberapa.”
    “Hiks…”
    “Loh, Mia? Kamu kenapa?”
    “Mas nggak peka banget sih jadi laki-laki!”
    “Aku salah apa lagi sih, Mia?”
    “THR itu Tunjangan Hati yang Resah! Mas nggak kangen aku?! Gaul dong, Mas. Bikin Twitter kek, jangan fokus sama kerjaan terus! Yaudah, kamu nggak usah ke Jakarta tahun ini. Kita putus!”
    “Ta…”

    Sambungan telepon diputus.

    - Published on EBook Kumpulan Cerpen #1435Karakter sudah bisa dilihat di http://bit.ly/EBook1435Karakter by Thumbstory

  6. "Oh, shit!"

    Aku mengutuki kemacetan Jakarta hari ini. Ah, sebenarnya buat apa. Toh, setiap jam pulang kerja pun Jakarta pasti macet, bukan?

    Tapi hari ini berbeda. Hari ini ulang tahun Nayla. Aku harus bertemu dengannya. Harus.

    Tunggu aku, Nay. Tunggu aku!

    Aku langsung menyambar telepon genggamku lagi. Sudah 5 kali aku mencoba menghubunginya. Tetapi hasilnya tetap sama. Hanya suara Ibunya yang menganggapku sudah kurang waras.

    "Halo, Nayla? Aku masih di Sudirman. Gila, macet banget Nay! Kamu masih nunggu aku kan?"
    “Tomi, kenapa kamu masih menunggu Nayla? Kenapa kamu belum juga bisa menerima kenyataan?”

    Sial. Suara nenek-nenek tua itu lagi. Persetan dengan ocehannya yang membuat telinga siapapun pasti menjadi merah. Aku segera memutuskan sambungan. Percuma.

    Nay, sabar. Aku pasti datang. Tomi-mu ini pasti datang di malam ulang tahunmu. Aku tidak akan membiarkan kamu menghilang lagi seperti 2 tahun yang lalu.

    Tik.
    Tok.
    Tik.
    Tok.

    "Hah… Akhirnya. Terima kasih, Tuhan!"

    Hanya berjarak tiga gang lagi aku sampai. Bertemu denganmu, Nayla. Bertemu denganmu!

    23:50

    10 menit lagi. Aku tidak boleh terlambat.

    23:55

    Oh, itu dia Nayla! Betapa cantiknya dia. Memakai gaun panjang putih dan digeraikan indahnya.

    "Nay?" ucapku tersipu malu. Sekarang Nayla hanya berjarak satu meter dari hadapanku.

    Tunggu. Mukanya pucat sekali. Ah, mungkin dia terlalu lama menungguku di luar.

    "Nay? Kamu sakit? Terlalu lama nunggu aku ya? Maaf. Tapi aku nggak telat, kan? Masih ada sisa tiga menit untuk ngucapin selamat ulang tahun buat kamu."

    Nayla hanya terdiam dan menatapku dengan tatapan kosong. Aku tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya. Masihkah dia menaruh dendam padaku sejak kejadian 2 tahun yang lalu?

    00:00

    Tubuh Nayla memudar. Bayangannya hilang. Ya, Nayla. Aku selalu terlambat mengucapkan kata ulang tahun untukmu. Maafkan aku.

    Dua tahun yang lalu.

    Headline news:
    Ditemukan jasad seorang remaja putri tewas di dalam kamarnya. Hasil otopsi memberitahukan bahwa remaja tersebut bunuh diri dengan meminum cairan pembunuh serangga. Dari jejak yang sudah dilacak polisi, ditemukan sebuah surat tentang kekecewaan remaja putri tersebut. Pacarnya yang tak kunjung datang di malam ulang tahunnya, membuat remaja itu depresi dan akhirnya memilih untuk bunuh diri.

    Di dalam surat itu juga ia menuliskan:
    “Aku akan selalu menunggumu di setiap malam ulang tahunku.”

  7. Sometimes I wanna give up. I’m tired. Really. But I still have my mom. She still needs me to fight for this.
  8. Islam didn’t make it Haram for you to fall in love. It didn’t forbid you from wanting someone. It only guides that love so it protects you, her, your families and especially saves you from humiliation on judgment day. If you love her so much, why are you ok with letting her engage in this questionable relationship knowing full well that she will have to answer Allah just like you will. You don’t love her enough to save her from that?

    Ustadh Nouman Ali Khan

    (via kurniawangunadi)
    Reblogged from: kotak-nasi
  9. Seseorang yang mencintaimu akan selalu, dan selalu mempunyai caranya sendiri untuk mengajakmu berdiri lagi. Tidak peduli seburuk apapun kamu jatuh terpuruk.
  10. wznipradana:

    ridhoferd:

    dapet dari sini https://www.facebook.com/media/set/?set=a.10152421005607981.1073741837.720792980&type=1

    Reblogged from: ammarchoirul
Next

ImaG(h)ination Of ♥

Paper theme built by Thomas